Kenangan di Akhir Cerita


Aku hanya ingin menghirup udara segar, bersama seseorang yang selalu disampingku, memberi pakan ikan di kolam, mengembala kambing dengan suara bersautan ditemani bocah kecil yang menaikinya lalu kutarik cerita itu ke dalam rumah sederhana hingga diceritakan pada masa sesudahku.”

Kukira saat aku bisa memenuhi semua tujuan atau targetku aku bahagia? Namun dunia ini terlalu fana untuk dipahami. Aku mencoba mengingat semua dari mulai seorang bocah ingusan yang terlihat bermimpi besar hingga seorang pemuda yang mulai kehilangan sebuah tujuan dan motivasi hidup. Ternyata hanya karena sebuah perasaan seorang manusia bisa saja terpontang panting tanpa arah. Disadari atu tidak semua targetku hampir saja aku genggam, namun siapa sangka aku semakin tenggelam dalam hidupku sendiri, kadang aku tak mengenal diriku siapa, aku lupa akan sebuah daerah kecil yang sebenarnya kurindukan aku tak mengerti apa itu sebuah perasaan, hanya sebuah kata-kata yang bisa kutulis.

Saat aku mulai sadar, aku tak tahu lagi apa yang benar dan salah seolah olah kabur dengan sebuah kenangan yang tak pernah nyata, sebuah imaginasi yang membuatku terus ingin hidup dan rasa rindu yang tak pernah berwujud. Sebuah kebimbangan yang tak pernah kumengerti, tentu saja aku punya rasa cinta dan setia, namun itu membawaku terlalu dalam dan sulit bagiku kembali dari dasar palung yang gelap gulita. Aku tak pernah mencintai atau menyayangi setulus terhadap imaginasi itu ( imaginasi = seseorang yang tak pernah kudapatkan ) aku terlalu dalam mengingatnya hingga aku lelah dan tak sanggup untuk mengingatnya lagi. Saat itu tak ada lagi yang tersisa dariku, hanya sebuah tatapan kosong hidup berjalan tanpa sebuah arah dan kepastian. Walau selangkah demi selangkah kulewati…..

060810

Chapter 2 : Cinta dan Imaginasi

Hari ini sepulang dari penatnya sebuah pekerjaan aku mencoba membuka semua hidup ini Dalam hal nyata, sesuatu yang begitu mengesalkan. Walau sebenarnya aku enjoy dengan apa yang aku kerjakan. Namun di sisi lain ada hal yang tak bisa kubiarkan, aku mencoba berpikir lain. Lalu aku lihat sebuah foto seorang wanita yang tersenyum sayu terlihat cerah tersorot matahari, hampir saja aku lupa siapa dia? ? ? ternyata wajah itu memang terpendam dalam sebuah ingatan yang selalu kubawa hingga lelah dan terlupa. Lesung pipi itu masih terlihat sama saat dia tersenyum pertama kali padaku, pipinya merah merona saat dia tersipu malu, dan hidungnya terlihat kecil dan bulat, dan saat dia tertawa matanya seakan akan tersembunyi di antara wajahnya yang terlihat manja. Saat kupandang itulah dia tak pernah berubah senyuman hangat masih terasa walau dari sebuah foto di Facebook. Saat ini jarak begitu dekat dengan sebuah kenangan hidup itu, tapi semua telah berubah seperti dulu, aku tak bisa mendekat lagi. sebuah simbol telah menjauhkanku, namun aku beruntung bisa melihat keindahan itu seperti sebuah cerita yang bisa kukatakan pada anak cucuku nanti.

’’ Bahwa sebuah kesetian patut dibanggakan ”

080810

Saat malam lelah ini aku teringat dengan seorang anak kecil yang dulu mencari keong mas untuk seekor bebek yang tak seberapa jumlahnya, setiap pagi telur2 dikumpulkan kadang dihjual, tapi kebanyakan digoreng untuku sarapan. kadang anak kecil itu menepuh jalan setapak di sawah dengan jarak beberapa kilometer, air terasa hangat bukan karena dimasukan ke heater untuk mandi air panas, tapi karena terik matahari yang begitu menyengat. tapi bocah kecil itu tetap melangkah ke sebuah tempat dengan beberapa pohon kelapa di tengah sawah, banyak keong emas disana, tapi ternyata disana juga banyak kijing (kerang rawa). dengan riang bocah kecil itu mengambil keong emas dan kijing ke dalam keranjang, tentu saja keongnya untuk bebek dan kijing untuk dimakan sendiri. Saat bocah kecil itu pulang suara suara bebek mengiringi keriangannya berjalan membawa keranjang berisi keong yang dibawa. sampai akhirnya keong itu diberikan pada bebek2 yang saling berebut dan terlihat menikmati keong yang dibawa majikannya.

” Bukan seberapa besar apa yang kau perbuat, tapi lihatlah artinya bagi yang lain ”

250810 – 11pm

sejenak kurindukan dirimu di dalam kenangan dan masa lalu yang terhirup indah dan terlihat manis, dan sebuah bisikan redup, sayu mengiringi malam yang tersenyum berbinar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • 36,769 hits

Archives

Twitter Updates

%d bloggers like this: